A TEXT POST

Sehembus Harapan

Selamat malam tampan
Seperti biasanya pekerjaan ku pada waktu malam selalu sama; merindukanmu
Aku nikmati rindu yang perlahan-lahan membunuhku
Namun aku tak mati, aku hanya mengeluarkan air mata yang begitu banyak
Aku memang munafik bahkan sangat-sangat munafik
Menyembunyikan perasaan yang jelas-jelas akan perih bila tak di ungkap 
Hanya dipendam, dan aku hanya memendam rasa ini
Aku menyelipkan semua rasa ini diantara keseharian ku
Aku semakin terbiasa menyembunyikan perasaan ini
Menahan semua yang ku rasa itu sulit
Diluar pengendalianku
Apakah kau tahu, aku mulai mencintaimu?
Dan aku begitu rindu yang ada pada dirimu
Senyuman manis itu
Mata indah itu
Tawa renyah itu
Dan sapaan-sapaan manis yang membuat ku melayang-layang
Walau sederhana, tapi menurut ku semua sapaan itu membuatku menjadi berbeda
Berbeda karena ingin lagi dan lagi disapa olehmu
Tapi aku tak mencari-cari perhatian kepadamu
Walau hanya sebuah kata “Hai” atau ucapan selamat pagi dan selamat malam, semua itu membuatku melayang lebih jauh dan lebih jauh lagi
satu hal yang ku benci
Aku tak suka adanya libur sekolah
Tandanya aku pun libur melihatmu
Karena setiap harinya aku gunakan semua waktu ku disekolah untuk memperhatikanmu
Tak ada yang tahu bahwa aku mencintaimu
Bila kau tak masuk sekolah aku mencari-cari informasi kepada teman-temanmu
Aku sibuk kesana kemari dengan membawa alasan-alasan bodoh untuk menanyakanmu agar tak ada yang mencurigaiku bila ku bertanya
Entahlah aku terasa bodoh bila sudah mencari-cari mu, namun aku tak tenang bila kau tak menampakkan batang hidungmu, di sekolah
Dan, beberapa hal yang aku lemah bila menyangkut paut tentangmu
Pertama, aku tak bisa dan tak akan pernah bisa berada didekatmu atau bahkan berdiri disampingmu
Aku hanya melihatmu dari jarak yang begitu jauh
Didalam jarak yang menjauhkan aku dan kamu, aku hanya menyimpan rindu, rindu, dan rindu Hanya rindu
Aku sangat ingin menyapamu
Tapi apa boleh buat aku bisa apa
Aku hanya pengagum rahasia
Yang mencintaimu diam-diam
Kedua, aku memang tak seperti mereka; teman teman wanita mu
Yang dengan mudahnya, mereka berdiri disampingmu
Menebar tawa renyah bersama pada waktu jam istirahat
Aku kapan seperti mereka
Dan bergabung seperti mereka
Kapan?
Tetap saja, jawabannya hanya satu m-u-s-t-a-h-i-l
Ketiga, aku sadar aku memang tak secantik mereka; teman-teman wanita mu
Aku memang tak se-kaya mereka
Sepertinya aku memang wanita yang tidak akan kau cari
Tetapi aku bahagia menjadi diriku sendiri; sederhana
Walau tak sempurna tetapi cinta ku istimewa
Percayalah
Lalu yang terakhir
Aku memang tak bisa seperti mereka; teman-teman terdekatmu
Yang dengan mudahnya mereka membuatmu tersenyum dan tertawa lepas
Yang dengan mudahnya mereka mendapat senyuman manis itu darimu
Aku pun ingin
Bahkan sangat menginginnkannya
Aku kapan seperti mereka
Mereka yang dekat denganmu saja begitu mudah
Namun aku terasa sulit
Memandang mu dari jarak kejauhan saja cukup bagiku
Dulu, mengapa kau memberikan perhatian-perhatian kecil itu?
Dulu, mengapa kau menyambut pagiku dengan sapaan-sapaan manis itu?
Dulu, mengapa kau selalu mengucapkan selamat malam sebelum aku terlelap?
Dan, dulu mengapa kau selalu menyapaku disekolah dengan senyuman itu?
Aku pun terhempas keras dikasur lalu berteriak dengan kencang
"Mengapa dulu kau lakukan itu semua kepadaku! Mengapa? Jawab kau tampan! Membuat ku melayang-layang melebihi langit biru. Dan,kau menjebakku dalam cinta yang sulit ku terjemahkan. Berawal dari teman biasa-teman luar biasa-sahabat-semakin dekat-lebih dekat lagi-lalu pergi-dan menghilang. Kini bayang-bayanganmu tergores acak dalam benakku. Kau hempaskan aku keras di tanah, yang berasal kau menerbangkanku diatas langit biru. Begitu sakit. Sangat-sangat sakit. Mengapa kau pergi disaat aku mulai mencintaimu? Mengapaaaaaaaaaaaaaaa!!! lalu mengapa sekarang aku mencari cari keadaanmu? Yang belum tentu kau mencari-cari keadaan ku. Salahku apa…" 
terisak dalam tangisan yang begitu dalam. Untuk menenangkan diri sendiri pun tak mampu; sepertinya aku butuh pelukanmu detik ini juga.

Sebaiknya jika kau datang dan hanya menawarkan harapan itu, jangan datang kepadaku. Aku bodoh telah terlena oleh keindahanmu dan menanam rapih harapan yang kau beri. Setelah harapan yang kau beri itu berbuah; menjadi rasa sayang, rasa mencintai, rasa merindukanmu itu kau lalu pergi dan serta tak membawa aku dan harapan ini. Seakan-akan kau tak berdosa.

A TEXT POST

Dalam Mimpiku~

 


Dia datang kembali
Berkata bahwa dia sangat menyesal
Sentuhan tangan lembut yang sangat kurindukan
Dengan tatapan lembutnya padaku
Dan suara yang sudah sangat ku rindukan
Lembut berkata menyuruhku untuk tidak menangis lagi
Saat kudekap dengan erat dirimu dalam peluk ku
Saat itu juga kau menghilang
Air mata mengalir membasahi bantalku
Selalu seperti ini pagi hariku
Aku berharap akan tertidur seperti ini selamanya
Dan terbangun dengan merasakan kehadiranmu
Meskipun aku berharap tidak bermimpi lagi
Seperti hari ini, aku tertidur dengan merasakan kehadirannya
Dia tersenyum
Ini sungguh teramat lama rasanya
Sesuatu yang sudah sangat kurindukan
Dia yang ku impikan bukan bukan?
Dia melangkah meninggalkanku
Memeluk orang lain
Seketika dadaku hancur dan terasa sangat berat
Aku bermimpi lagi bukan?
Keringat dingin membasahi tubuhku
Sungguh menyakitkan harus bermimpi hal ini
Aku benci harus mengingat semua itu
Dan tidak banyak yang bisa kulakukan
Akankah kita bersama lagi?
Aku berharap akan tertidur seperti ini selamanya
Dan terbangun dengan merasakan kehadiranmu
Meskipun aku berharapa tidak bermimpi lagi
Seperti hari ini aku tertidur dengan merasakan kehadirannya
Perlahan semuanya mulai memudar
Tetapi bayanganmu semakin kuat
Seperti mimpiku kemarin hari ini dia akan datang padaku
Sekarang, aku tidak akan tidur sendiri lagi
Aku berharap akan tertidur seperti ini selamanya
Dan terbangun dengan merasakan kehadiranmu
Meskipun aku berharap tidak bermimpi lagi

Jika aku hanya bisa melihatmu hari ini
Jika aku bisa mengulangnya kembali
Jika kau benar kembali
Jika kau menemaniku sekali lagi
Jika itu benar terjadi
Aku berharap aku tidak akan bangun
saat aku mulai terlelap
A TEXT POST

Sekali saja~

Bisakah aku mencintaimu? Ada hal yang ingin kukatakan
tetapi bibirku terasa berat dan hatiku terisi kata-kata yang tak bisa terucapkan
Kau semakin menjauh saat masih ada hal yang tak bisa kukatakan, sayangku
Seperti orang bodoh, aku menelan kata-kata itu ke dalam hatiku
Walaupun menyakitkan, aku hanya menginginkanmu
Kumohon, sekali saja cintai aku
Sekali saja bisakah aku meneriakkan namamu sekuat tenaga?
Karena hatiku ini, aku ingin lebih dekat denganmu
Kukatakan bahwa aku disini baik-baik saja, sayangku
Walaupun aku terluka saat memelukmu dalam hatiku
Walaupun menyakitkan, aku hanya menginginkanmu
Kumohon, sekali saja cintai aku
Sekali saja bisakah aku meneriakkan namamu sekuat tenaga?
Karena hatiku ini, aku ingin lebih dekat denganmu
Apakah kau tahu mengenai cintaku yang kikuk ini?
Saat kulihat kau berpaling, aku tak bisa berkata-kata
Kusimpan saja cinta ini dalam hatiku
Kumohon, sekali saja cintai aku
Sekali saja bisakah aku meneriakkan namamu sekuat tenaga?
Karena hatiku ini, aku ingin lebih dekat denganmu
Untuk bisa memberitahumu, aku ingin mendekat padamu
Aku mencintaimu, orang yang kurindukan
A TEXT POST

Kenapa harus kamu?

Kenapa harus kamu? Yang mampu membuatku melamun sepanjang waktu.

Kenapa harus kamu? Yang menjadi sebab air mataku terjatuh.

A TEXT POST

Apakah ini saatnya untuk melanjutkan, atau berhenti ditengah jalan? :’)

A TEXT POST

AKU TIDAK PEDULI

Aku tidak peduli pada perkataan orang-orang sekitarku bahwa kita tak akan mungkin bersama. Aku hanya bisa menjawab segala cacian itu dengan senyum dan berkata “Biarkan kami yang menjalani semua. Kami tahu apa yang terjadi selama ini.” Dan, ketika ku jawab seperti itu, mereka hanya menggenggam bahuku seakan melihat seorang gadis yang bernasib paling buruk seluruh dunia. Aku sungguh tak merasakan keburukan itu, bersamamu. Kurasakan kebahagian yang tak bisa kujelaskan, kebahagiaan yang tak akan pernah mereka pahami.

                                                                                        -Dwitasari

A TEXT POST

masih menyimpaaaannnnnnnn